Desa Sumberagung
Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan
Perkuat Upaya Pencegahan DBD, Mahasiswa KKN GIAT 16 UNNES Ajak Warga Rutin Pantau Jentik Nyamuk
Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) GIAT Angkatan 16 Universitas Negeri Semarang (UNNES) melaksanakan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Dusun Pondok, Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan, pada 1–15 Juli 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui pemantauan jentik nyamuk secara berkala dan penerapan 3M Plus.
Kepala Dusun Pondok menyambut baik pelaksanaan program tersebut. "Kegiatan seperti ini bagus untuk warga. Jadi masyarakat lebih paham cara mencegah DBD dan diharapkan bisa terus membiasakan memantau jentik nyamuk di rumah masing-masing," ujarnya.
Program diawali pada 1 Juli 2026 dengan koordinasi bersama kader kesehatan sekaligus pembagian ember pemantauan kepada warga. Ember tersebut digunakan sebagai media sederhana untuk membantu masyarakat memantau keberadaan jentik nyamuk secara mandiri di lingkungan rumah.
Pemantauan pertama dilaksanakan pada 8 Juli 2026 dengan mengunjungi rumah-rumah warga untuk memeriksa ember pemantauan dan berbagai tempat penampungan air. Pada kegiatan ini, warga juga mengerjakan pre-test dan memperoleh edukasi mengenai Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta penerapan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Pemantauan kedua dilaksanakan pada 15 Juli 2026 sebagai tindak lanjut sekaligus evaluasi program. Mahasiswa KKN kembali melakukan pemantauan jentik bersama warga, mengajak masyarakat mengevaluasi penerapan 3M Plus, serta melaksanakan post-test untuk mengetahui pemahaman masyarakat setelah mengikuti rangkaian kegiatan.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN GIAT Angkatan 16 UNNES berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD. Kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memantau jentik nyamuk secara rutin sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari risiko penyebaran DBD.Melalui program ini, Mahasiswa KKN GIAT Angkatan 16 UNNES berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Pemberantasan Sarang Nyamuk sebagai upaya pencegahan DBD. Kolaborasi antara mahasiswa, kader kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan memantau jentik nyamuk secara rutin sehingga lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari risiko penyebaran DBD.



Joko Santoso
18 Mei 2024 15:20:05
Alhamdullilah, Luar biasa..........