Desa Sumberagung
Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan
Cegah Demam Berdarah, Mahasiswa KKN UNNES Ajak Kader Posyandu Olah Serai Jadi Anti Nyamuk Alami Dukung SDGs
Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 16 Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan edukasi bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) sekaligus demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai kepada ibu-ibu kader di Posyandu Krajan, Desa Sumberagung, pada Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu kader posyandu setempat sebagai upaya bersama mencegah penyebaran DBD di lingkungan dusun.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang menjadi program kerja mahasiswa KKN, yaitu SI-SEREH (Solusi Inovatif Serai Pengusir Nyamuk). Salah satu kader Posyandu Krajan menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. "Terima kasih banyak untuk kakak kakak KKN atas ilmu sudah diberikan,” ujarnya.
Kegiatan edukasi dan demonstrasi pembuatan spray anti nyamuk ini diawali dengan sosialisasi mengenai bahaya DBD, mulai dari gejala, cara penularan, hingga dampaknya bagi kesehatan. Mahasiswa KKN turut memaparkan pentingnya peran kader posyandu sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan lingkungan dan keluarga di tingkat dusun.
Sesi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi langsung pembuatan spray anti nyamuk berbahan dasar serai. Ibu-ibu kader diajak mempraktikkan proses pembuatan mulai dari pengolahan sederhana batang serai hingga pengemasan produk menjadi spray siap pakai. Pemilihan serai sebagai bahan utama didasari pertimbangan bahwa tanaman ini mudah dibudidayakan secara mandiri di pekarangan rumah, aman digunakan, ramah lingkungan, serta minim efek samping dibandingkan produk anti nyamuk berbahan kimia.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi kuis interaktif seputar materi yang telah disampaikan. Ibu-ibu kader yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat memperoleh hadiah berupa produk spray SI-SEREH hasil demonstrasi, sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama kegiatan berlangsung. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama antara ibu-ibu kader posyandu dan mahasiswa KKN Giat 16 Unnes.
Melalui program SI-SEREH ini, mahasiswa KKN Giat 16 Unnes berharap ibu-ibu kader Posyandu Krajan dapat lebih memahami bahaya DBD serta mampu memanfaatkan serai sebagai bahan alami pengusir nyamuk yang mudah dibudidayakan di pekarangan rumah. Kader posyandu diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam menyebarluaskan pengetahuan ini kepada warga Desa Sumberagung, sehingga tercipta kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di tengah masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari tema besar KADER LESTARI (Keluarga Sadar Gizi, Lingkungan Sehat, dan Mandiri) yang diusung mahasiswa KKN GIAT Angkatan 16 Unnes di Desa Sumberagung. Jika ditelaah lebih jauh, program ini sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya pencegahan DBD, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, kader posyandu, dan masyarakat desa.
Kegiatan KKN Giat 16 Unnes di Desa Sumberagung diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unnes bersama mitra-mitra terkait, sejalan dengan tagline Unnes GIAT, Membangun Indonesia dari Desa.



Joko Santoso
18 Mei 2024 15:20:05
Alhamdullilah, Luar biasa..........