Desa Sumberagung
Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan
Dukung SDGs Ke-3, Mahasiswa KKN Unnes Inisiasi Program Edukasi dan Budidaya jahe di Posyandu Nongko
Sumberagung — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Giat 16 Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar kegiatan edukasi manfaat jahe sekaligus pembagian bibit jahe kepada ibu balita dan kader posyandu di Dusun Nongko, Desa Sumberagung, pada Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Pusat Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) LPPM Unnes dengan kader posyandu Dusun Nongko, dan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan posyandu rutin di dusun tersebut serta diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari ibu balita dan ibu kader.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang menjadi program kerja wajib mahasiswa KKN, yaitu BASKARA (Budidaya Tanaman Obat Keluarga Nusantara).
Kepala Dusun Nongko menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, acara ini dapat menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman," ujarnya.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan edukasi dan pembagian bibit jahe ini dilaksanakan setelah rangkaian acara posyandu selesai. Ibu balita yang telah melakukan pengukuran antropometri kemudian diarahkan untuk mengikuti sesi edukasi yang disampaikan oleh perwakilan mahasiswa KKN.
Sesi diawali dengan pengerjaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai jahe. Setelah itu, mahasiswa menyampaikan materi mengenai kandungan dan manfaat jahe bagi kesehatan, khususnya bagi ibu dan balita.
Sebagai pelengkap edukasi, perwakilan mahasiswa juga melakukan demonstrasi pengaplikasian jahe untuk meredakan batuk pilek pada anak. Demonstrasi dilakukan dengan cara memarut jahe, kemudian mencampurkan parutan jahe tersebut dengan minyak zaitun hingga siap dibalurkan ke seluruh tubuh anak.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengerjaan post-test untuk mengevaluasi pemahaman peserta setelah menerima materi, dilanjutkan dengan pembagian bibit jahe kepada seluruh peserta yang hadir. Pada sesi ini, mahasiswa KKN turut menjelaskan cara menanam dan merawat bibit jahe sebagai salah satu tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat dibudidayakan di pekarangan rumah.
Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama antara ibu kader, ibu balita, dan mahasiswa KKN Giat 16 Unnes.
Kontribusi terhadap SDGs Ke-3
Program edukasi manfaat jahe dan pembagian bibit ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Melalui pemanfaatan jahe sebagai tanaman obat keluarga, ibu balita dan kader posyandu diharapkan mampu meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kesehatan secara mandiri di tingkat rumah tangga, khususnya dalam mengatasi keluhan kesehatan ringan pada anak seperti batuk dan pilek. Langkah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal.
Harapan Keberlanjutan Program
Melalui program BASKARA ini, mahasiswa KKN Giat 16 Unnes berharap masyarakat Dusun Nongko, khususnya ibu balita dan kader posyandu, dapat lebih memahami manfaat jahe sebagai tanaman obat keluarga serta mampu memanfaatkan pekarangan rumah untuk membudidayakannya secara mandiri dan berkelanjutan. Bersama UNNES GIAT, membangun Indonesia dari desa.



Joko Santoso
18 Mei 2024 15:20:05
Alhamdullilah, Luar biasa..........